Minggu, 03 Februari 2013

Karya Tulis Ilmiah


KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Manfaat Limbah Plastik dalam Pembelajaran Matematika Dimensi Tiga”  ini.
Dalam kesempatan kali ini tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak pembina pelajaran matematika, Drs. A. A. Gede Bagus Supartapa, M.Pd , yang telah memberii dorongan dan sumbangan materi kepada kami. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh pihak atas segala bantuan dan kerjasamanya sehingga karya tulis ini dapat terwujud.
Kami menyadari bahwa karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan. Kami tetap mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak demi penyempurnaan penyusunan karya tulis selanjutnya. Akhir kata, semoga karya tulis ini dapat bermanfaat dalam pembelajaran khususnya dalam memahami dimensi tiga.

                                                                                                                Denpasar, 3 Februari 2013


                                                                                                   Penulis








DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab 1 : Pendahuluan
1.1.Latar Belakang
1.2.Rumusan Masalah
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Manfaat Penelitian
1.5.Hipotesis
1.6.Ruang Lingkup Masalah
1.7.Metodelogi
Bab 2 : Uraian
      2.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
      2.2. Hasil Penelitian
Bab 3 : Penutup
      3.1. Kesimpulan
      3.2. Saran











BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu sampah organik yang dapat diurai dan sampah anorganik yang tidak dapat diurai. Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia tentu memproduksi banyak sampah yang berbahaya bagi lingkungan. Khususnya sampah anorganik yang tidak dapat diurai secara alami oleh alam. Namun sampah anorganik jumlahnya lebih besar dan memerlukan waktu mencapai satu juta tahun agar dapat terurai. Sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri yang dikenal juga dengan sebutan limbah, misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
Dapat kita lihat di setiap sudut kota banyak terlihat sampah yang dibuang sembarangan, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah yang dapat merusak pemandangan dan lingkungan. Sampah menjadi masalah yang kompleks di kota besar seperti Denpasar. Sampah dapat menjadi masalah karena kapasitas sampah sudah melebihi kuota yang dapat di lebur atau di daur ulang. Pemerintah sampai saat ini belum maksimal dalam mengolah sampah, padahal sampah diketahui dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai tinggi.
SMA Negeri 1 Denpasar adalah sekolah adiwiyata dimana program Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkingan yang negatif. Oleh karena itu kami menyadari bahwa kami juga dapat melestarikan lingkungan hidup dengan ilmu yang telah kami dapatkan di sekolah.
Salah satu ilmu yang sudah banyak memberi kontribusi dalam pemecahan masalah di dunia adalah ilmu matematika. Matematika berasal dari bahasa Yunani, yaitu μαθηματικά mathēmatiká yang berarti studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan. Kata matematika berasal dari bahasa Yunani Kuno μάθημα (máthēma), yang berarti pengkajian,  pembelajaran ilmu yang ruang lingkupnya menyempit, dan arti teknisnya menjadi pengkajian matematika. Dari pengertian ilmu matematika tersebut dapat kita lihat bahwa matematika merupakan ilmu yang membawa perubahan. Agar kita tidak menjadi pewaris  sampah plastik, diperlukan solusi kreatif dalam mengolah limbah plastik tersebut. Hal ini juga sejalan dengan program adiwiyata yang terdapat di sekolah kami yaitu menjadi sekolah berbasis lingkungan hidup dan berperan aktif dalam pelestarian lingkungan, oleh karena itu kami ingin meneliti hubungan limbah plastik dengan pembelajaran matematika dimensi tiga.

1.2. Rumusan Masalah

1.2.1.   Bagaimanakah cara mengolah limbah plastik agar dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika dimensi tiga ?
1.2.2.   Apakah manfaat dari mengolah limbah plastik ?





1.3. Tujuan Penelitian

1.3.1.   Mengetahui cara pengolahan limbah plastik agar dapat dimanfaatkan
1.3.2.   Mengetahui manfaat dari mengolah limbah plastik



1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1.   Sebagai acuan bagi masyarakat khususnya pelajar dalam mengolah limbah plastik untuk pembelajaran matematika dimensi tiga
1.4.2.   Melatih siswa berpikir cerdas, kritis, kreatif dan inovatif dalam menghadapi suatu masalah


1.5. Hipotesis

1.5.1.   limbah plastik dapat diolah menjadi kerangka bangun ruang
1.5.2.   Mengolah limbah plastik dapat menyelamatkan lingkungan


1.6. Ruang Lingkup Masalah

Kami hanya meneliti permasalahan limbah plastik di Kota Denpasar khususnya di SMA Negeri 1 Denpasar, cara pengolahan dan pemanfaatannya dalam hubungannya dengan pembelajaran matematika dimensi tiga.



1.7. Metodelogi

1.7.1.   Metode Penelitian
1.7.1.1. Metode Observasi
Kami melihat dan mengamati secara langsung terhadap gejala, peristiwa, dan kondisi aktual keadaan SMA Negeri 1 Denpasar dalam kaitannya dengan pencemaran limbah plastik yang berkorelasi dengan pembelajaran matematika dimensi tiga.

1.7.1.2. Metode Eksperimen
Kami melakukan eksperimen dalam pengolahan limbah plastik dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika dimensi tiga.

1.7.2.   Tempat dan Waktu Penelitian

1.7.2.1.    Tempat Penelitian
Kami melakukan penelitian di SMA Negeri 1 Denpasar yang terletak di Kota Denpasar, Provinsi Bali.

1.7.2.2.    Waktu Penelitian
Kami melakukan penelitian pada tanggal 3 Februari 2013 pada pukul 09:00 sampai pukul 15:00.






BAB 2
URAIAN


2.1. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Kami Melakukan Penelitian di SMA Negeri 1 Denpasar yang terletak di Kota Denpasar, Provinsi Bali. SMA Negeri 1 Denpasar merupakan salah satu sekolah negeri di Denpasar yang sudah memiliki predikat sebagai sekolah adiwiyata. Program Adiwiyata adalah salah satu program Kementrian Negara Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkingan yang negatif. Oleh karena itu, SMA Negeri 1 Denpasar merupakan sekolah yang berwawasan lingkungan yang mempunyai aplikasi dari berbagai program pelestarian lingkungan yang menjadi lebih spesifik.
Pada saat ini SMA Negeri 1 Denpasar sedang berusaha berkembang lebih baik dalam pelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan keinginan SMA Negeri 1 Denpasar untuk menjadi sekolah berbasis adiwiyata mandiri yang dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain. Untuk mencapai hal ini SMA Negeri 1 Denpasar telah mengajak dan mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindarkan dampak lingkungan yang negatif. Tujuan program ini adalah menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah sebagai tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga warga sekolah dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Dengan adanya program Adiwiyata ini dapat membangkitkan kesadaran warga sekolah agar lebih peduli dengan lingkungan sekitar.

2.2. Hasil Penelitian

2.2.1.  Cara Mengolah Limbah Plastik agar dapat Dimanfaatkan Dalam Pembelajaran Matematika Dimensi Tiga

Dari hasil bimbingan salah satu guru matematika di SMA Negeri 1 Denpasar yaitu Drs. A.A. Gede Bagus Supartapa, M.Pd. beliau memberii dorongan dan arahan bagi kami untuk lebih kritis, kreatif dan inovatif dalam upaya melestarikan lingkungan yang dimulai dari lingkungan sekolah yaitu dengan mengolah limbah plastik agar dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika dimensi tiga. Dari hasil observasi kami di SMA Negeri 1 Denpasar kami melihat banyak limbah plastik yang merupakan material sisa dari konsumsi siswa-siswi SMA Negeri 1 Denpasar hanya dibuang di tempat sampah tanpa adanya pengolahan lebih lanjut terhadap limbah plastik yang dapat membahayakan lingkungan tersebut. Dari hasil pengamatan kami, limbah yang paling banyak dibuang di tempah sampah SMA Negeri 1 Denpasar adalah limbah plastik. Limbah plastik tersebut didominasi oleh sampah tas plastik,  botol minuman, dan sedotan minuman. Setiap sore, beberapa orang yang sudah lanjut usia banyak mengambil limbah plastik berupa botol dan dan plastik tersebut dari tempat sampah yang terdapat di sekolah kami, namun sampah berupa sedotan jarang diambil karena ringan dan kecil sehingga kurang bernilai jual tinggi dan sering luput dari perhatian.
Dari bimbingan guru matematika kami, kami memutuskan untuk mengolah limbah plastik berupa sedotan yang banyak terdapat di tempat sampah dan kamipun melakukan eksperimen untuk mengolah limbah plastik berupa sedotan tersebut. Langkah-langkah eksperimen kami yaitu kami mengumpulkan limbah plastik berupa sedotan bekas. Sedotan tersebut kami ambil secara acak yang terdapat di tempah sampah di areal SMA Negeri 1 Denpasar. Setelah itu kami mencuci sedotan bekas tersebut hingga bersih dan kami keringkan di bawah sinar matahari. Setelah sedotan tersebut bersih dan kering kami mulai menggunting ujung sedotan tersebut dan menyambungnya. Dari sambungan sedotan tersebut kami merangkainya menjadi kerangka suatu bangun ruang yaitu limas segitiga, prisma segitiga dan balok. Setiap sambungan tersebut direkatkan dengan selotip hingga kuat dan tegak.

2.2.2. Manfaat dari Mengolah Limbah Plastik

2.2.2.1. Manfaat dalam Pembelajaran Matematika Dimensi Tiga

Dimensi Tiga merupakan pembelajaran matematika dalam kaitannya dengan bangun ruang yaitu bangun tiga dimensi yang mempunyai panjang lebar dan tinggi. Manfaat dari pengolahan limbah plastik bagi pembelajaran matematika dimensi tiga adalah kita dapat lebih mendalami materi tersebut dengan membuat sendiri kerangka bangun ruang yang akan dipelajari. Selain itu, dengan mengolah limbah plastik dalam pembelajaran matematika kita juga telah mengimplementasikan fungsi ilmu matematika sebagai pemecah masalah dalam kehidupan.

2.2.2.2. Manfaat bagi Pendidikan dan Sekolah
Pendidikan adalah usaha dasar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang (Mudyaharjo, 2008). Sekolah merupakan lembaga vital yang dapat mendidik manusia.
Manfaat dari pengolahan limbah plastik tersebut adalah kita dapat melangsungkan pendidikan berbasis lingkungan atau yang biasa disebut green education. Yang dapat membantu melestarikan lingkungan yang sesuai dengan peranan pendidikan yaitu mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup. Manfaat lainnya bagi sekolah adalah sekolah dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengolah limbah plastik dan sekolah tersebut akan mendapat pengakuan sebagai sekolah berbasis lingkungan jika usaha pelestarian lingkungan seperti ini terus berlanjut.

2.2.2.3. Manfaat bagi Lingkungan Hidup

Pengertian lingkungan hidup bisa dikatakan sebagai segala sesuatu yang ada di sekitar manusia atau makhluk hidup yang memiliki hubungan timbal balik dan kompleks serta saling mempengaruhi antara satu komponen dengan komponen lainnya. Hubungan timbal balik tersebut bisa saling menguntungkan jika hubungan antara manusia dan makhluk hidup lain dan lingkungannya seimbang. Salah satu masalah utama dari rusaknya lingkungan hidup adalah pencemaran yang salah satunya disebabkan oleh limbah plastik.
Dengan mengolah limbah plastik menjadi kerangka bangun ruang yang juga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran matematika secara tidak langsung kita juga telah menyelamatkan lingkungan hidup. Dengan melakukan pengolahan limbah plastik kita telah mengurangi jumlah limbah plastik yang ada di lingkungan kita.

2.2.2.4. Manfaat Ekonomis

Manfaat ekonomis yaitu sebuah manfaat yang bisa diukur dengan uang. Manfaat ekonomis dari pengolahan limbah plastik tersebut menjadi kerangka bangun ruang adalah kita dapat meningkatkan nilai jual limbah tersebut. Jika kita menjualnya langsung berupa limbah plastik tentu nilainya tidak seberapa. Lain halnya jika kita telah mengolah limbah plastik tersebut menjadi barang yang lebih bermanfaat tentu akan meningkatkan nilai jual barang. Jika pemerintah ikut membantu dlam pengolahan ini, bukan tidak mungkin kelak usaha ini akan berkembang dari sekolah menjadi usaha masyarakat dalam mengolah limbah plastik dengan system yang lebih canggih sehingga barang yang dihasilkanpun berkualitas.





BAB 3
PENUTUP


3.1. Kesimpulan

3.1.1. Pengolahan limbah plastik berupa sedotan dapat dimanfaatkan sebagai alat pembelajaran matematika yaitu membuat kerangka bangun ruang.

3.1.2.   Pengolahan limbah plastik berupa sedotan tersebut bermanfaat dalam pembelajaran matematika yaitu sebagai praktek nyata dalam mengimplementasikan fungsi ilmu dan dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam mewujudkan pendidikan berbasis lingkungan. Selain itu manfaat yang kita peroleh adalah kita dapat melestarikan lingkungan hidup kita yang dimulai dari lingkungan sekolah.

3.2. Saran

3.2.1. Saran bagi Pelajar dan Masyarakat

Para pelajar dan masyarakat sebaiknya turut berperan aktif melaksanakan program pengolahan limbah agar lingkungan semakin lestari. Selain itu para pelajar juga dapat mempraktekkan secara nyata ilmu yang didapat.

3.2.2. Saran bagi Sekolah

Sekolah sebagai tempat vital bagi manusia dalam memperoleh pendidikan sebaiknya turut aktif menjaga lingkungan dengan mendorong dan memotivasi murid-muridnya dalam pengelolaan limbah. Contohnya sekolah dapat mengadakan lomba kebersihan, teknologi berbasis lingkungan dan pengolahan limbah agat dapat memotivasi siswa. Selain itu pengajaran berbasis lingkungan sebaiknya diimplementasikan pada seluruh pelajaran agar dapat bersinergi dengan baik.

3.2.3. Saran bagi Pemerintah

Pemerintah sebagai pembuat kebijakan tentu mempunyai peran penting dalam usaha pengolahan limbah plasik. Pemerintah dapat memberi bantuan kepada sekolah atau masyarakat yang telah berhasil mengolah limbah. Hal ini akan turut meningkatkan antusiasme masyarakat dan sekolah dalam melestarikan lingkungan.


Tidak ada komentar: